

RCUAI adalah orang yang lambat tapi menggali dalam, sedangkan SLOAN adalah orang yang cepat tapi terus menoleh ke belakang. Awalnya dorongan SLOAN tampak menarik RCUAI keluar. Tapi sedikit lebih lama, RCUAI mulai merasa "apakah orang ini memandangku sebagai peran pembantu?".
RCUAI diam-diam mendukung pencapaian SLOAN.
Saat SLOAN berseru minta pengakuan "kita kan melakukannya bersama", RCUAI sudah beralih ke pekerjaan berikutnya.
Momen paling nyaman bagi keduanya justru ironisnya saat SLOAN gagal.
“Supaya keduanya bisa bersama, mereka perlu menulis ulang 'definisi keberhasilan'. Bagi SLOAN pencapaian yang kasatmata memang penting, tapi ia perlu tahu bahwa landasan yang dibangun bersama RCUAI juga keberhasilan dengan bobot yang sama. Kalau RCUAI pun melepas pikiran "aku harus selalu di belakang", dan sesekali punya keberanian untuk maju ke depan panggung, hubungan mereka bisa naik satu tingkat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →