

SCOEN adalah orang yang menggambar arah di dalam relasi, dan SCUAI adalah orang yang nyaman di mana saja jadi tinggal ikut.
Saat pertama bertemu, SCOEN cepat membaca situasi dan SCUAI tak menolak pembacaan itu. Keduanya hangat dan realistis, jadi saat bekerja pun mereka jago mengurus hal-hal konkret. Kalau SCOEN mengusulkan "lebih baik jalan begini", SCUAI mudah mengikuti dengan "iya, oke". Bagi SCOEN, kemudahan ini terasa menyenangkan.
SCOEN sudah membuat janji "ketemu Jumat depan ya" di tengah minggu, tapi Jumat pagi SCUAI berkata "cuacanya bagus kan? Ketemu di luar aja yuk". SCOEN berkata "kan kita sudah janjian", tapi SCUAI menganggap janji itu sebagai "referensi" saja. Kalau SCOEN terus menyesuaikan rencananya dengan kebebasan SCUAI, di suatu titik kelelahan menumpuk.
Saat SCOEN sudah memesan kafe akhir pekan dan restoran makan malam dari jauh hari adalah momen paling nyaman. SCUAI tinggal ikut dan membuka buku menu saja, dan bagi SCOEN, setengah hari yang berjalan sesuai rencana itu adalah pengisi ulang mental. Cukup SCUAI berkata satu kalimat "suasana di sini enak ya", hari SCOEN sudah sukses. Telat 5 menit dari waktu janji pun, asal ada satu chat dalam 5 menit itu, keduanya tak masalah.
“Saat SCOEN tidak berusaha mengendalikan fleksibilitas SCUAI, dan SCUAI tidak mengabaikan rencana SCOEN, mereka jadi hubungan yang realistis sekaligus nyaman.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →