Kecocokan Si Pengejar Pencapaian yang Dramatis × Pengamat dalam Mode Siluman (SLOAN × RCOEN)
Tipeku
SLOAN
MBTI: dekat ESFJ
Si Pengejar Pencapaian yang Dramatis
66
/ 100Teman baik
Pengamat dalam Mode Siluman
RCOEN
MBTI: dekat ISTJ
Tipe pasangan
Sekilas pandang
Ketika RCOEN yang diam-diam melihat semuanya dari belakang bertemu SLOAN yang maju ke depan dan menciptakan hasil, yang satu menyusun papan dan yang lain menjalankannya. Kalau bertemu untuk urusan kerja mereka benar-benar klop, tapi kalau masuk ke urusan hati jadi agak tak sejalan.
Kalian berdua di lima sumbu
Dari lima sumbu, 2 sama dan 3 berbeda. Sumbu yang sama adalah tempat kalian langsung saling mengenali; sumbu yang berbeda adalah tempat kalian saling belajar.
Ia melihat dan tahu semuanya, tapi memilih tak banyak bicara.
Awalnya SLOAN menganggap itu menarik.
“Aku nggak tahu orang ini mikir apa, tapi sekali dia lempar satu kata, tepat sekali.”
Saat bekerja, ini benar-benar bagus.
SLOAN yang memutuskan dan mempresentasikan, tapi RCOEN yang menunjuk satu-dua hal dari sebelah mengubah corak keputusannya.
Kalau menggulirkan proyek bersama, hasilnya jadi kokoh.
Titik yang berbenturan
SLOAN ingin pekerjaannya terlihat.
Kalau sudah bagus, ia perlu mendengar bahwa itu bagus baru bisa lanjut. Tapi RCOEN jarang memuji.
Bukan karena tak bisa memuji, melainkan karena dalam hatinya ia sudah tahu semuanya, jadi tak repot-repot mengeluarkannya jadi kata.
SLOAN kesal dengan itu.
“Aku sudah sebanyak ini, kok nggak ada sepatah kata pun?”
RCOEN berpikir, “Apa itu harus diucapkan?”
Bagi yang satu, keheningan adalah pengakuan, tapi bagi yang lain, keheningan adalah ketidakpedulian.
Panduan hubungan
Momen terbaik adalah saat menjalankan pekerjaan bersama.
Di tempat SLOAN memutuskan dan mengumumkan, jika RCOEN menyisipkan satu dua patah kata dari sisi, corak keputusan berubah dan hasilnya menjadi lebih kokoh.
Yang meleset adalah ketika beralih ke soal perasaan.
SLOAN perlu mendengar bahwa yang baik memang baik untuk bisa melangkah ke tahap berikutnya, sedangkan RCOEN sudah tahu semuanya jadi tak repot-repot menyuarakannya.
Bagi satu orang keheningan adalah pengakuan, bagi yang lain itu sikap acuh, maka supaya keduanya melangkah baik, cukup RCOEN sesekali menyuarakan apa yang ia ketahui pun sudah menjadi kekuatan besar bagi SLOAN.
“Kalau RCOEN sesekali mau mengeluarkan walau sepatah kata, SLOAN jadi tenang. SLOAN pun, kalau tahu keheningan RCOEN bukan ketidakpedulian, jadi tidak terlalu kesepian. Saling mengerti tanpa banyak bicara itu urusan setelah benar-benar dekat. Sebelum itu, harus sedikit dikeluarkan.”