Kecocokan Pemimpin yang Tegas × Pemimpi yang Tak Bisa Berhenti (SLOEN × RLOEI)
Tipeku
SLOEN
MBTI: dekat ESTJ
Pemimpin yang Tegas
83
/ 100Sangat cocok
Pemimpi yang Tak Bisa Berhenti
RLOEI
MBTI: dekat INTJ
Tipe pasangan
Sekilas pandang
Keduanya hanya mirip dalam hal intensitas emosi yang besar. RLOEI berenang dalam kedalaman khayalan sendirian, sementara SLOEN ingin menempatkan semua orang di pusat energinya.
Kalian berdua di lima sumbu
Dari lima sumbu, 3 sama dan 2 berbeda. Sumbu yang sama adalah tempat kalian langsung saling mengenali; sumbu yang berbeda adalah tempat kalian saling belajar.
Awalnya pesona SLOEN menarik RLOEI. Tapi seiring waktu, RLOEI sadar bahwa SLOEN tak bisa masuk ke dalam dunianya.
SLOEN menganggap keheningan RLOEI sebagai penolakan terhadap dirinya, dan RLOEI ingin lari dari intensitas SLOEN.
Semakin hubungan berjalan, keduanya merasa tak bisa saling memahami.
Titik yang berbenturan
Sisi tersembunyi SLOEN hidup dalam mode yang percaya “Akulah pusatnya, dan wajar kalau semua berputar di sekitarku.”
Sisi tersembunyi RLOEI hidup dalam mode “Hanya di dalam khayalan ini aku bebas.”
Saat SLOEN berusaha menarik RLOEI ke dalam ceritanya, RLOEI justru semakin dalam masuk ke khayalan.
SLOEN merasa jarak RLOEI sebagai kegagalannya sendiri, dan RLOEI ingin lepas dari kelekatan SLOEN.
Panduan hubungan
Sesekali SLOEN mampir ke kamar kos RLOEI setelah kelelahan menuntaskan pertemuan dari grup obrolan temannya.
RLOEI menganggap tiga puluh menit ketika SLOEN terkapar di sofa ruang tamu dan sejenak terdiam itu berharga seperti permata.
Sebab setidaknya pada waktu itu keduanya terasa berada di dalam pemandangan yang sama.
Namun tak lama ponsel SLOEN berdering, lalu ia bangkit sambil berkata “Eh, aku harus ke janji berikutnya”.
RLOEI mendengar suara pintu tertutup lalu masuk lagi ke dalam kepalanya sendiri.
“Kalau SLOEN berikrar untuk tak menyerbu dunia RLOEI, dan RLOEI bisa menyikapi emosi SLOEN dengan menjaga jarak alih-alih mengabaikan, keduanya bisa bersama sambil tetap menjaga dunia masing-masing. Hanya saja, itu akan menjadi hubungan yang mempertahankan jarak.”