

CEO karismatik (SCOAN) dan orang pesta yang berempati berlebihan (SLUAI) sama-sama bersinar di tengah orang banyak. Yang satu sebagai pemimpin, yang satu sebagai si empatik.
SCOAN mengejar ambisinya, dan SLUAI berusaha merangkul rasa sakit setiap orang. Awalnya kekuatan SCOAN menarik SLUAI. SLUAI mengikuti SCOAN, dan SCOAN pun bersandar pada kehangatan SLUAI. Saat bersama, visi SCOAN terlihat lebih manusiawi, dan empati SLUAI jadi lebih kuat. Saat bekerja bersama mereka benar-benar pasangan yang bagus.
Saat SCOAN melaju menuju kesuksesan, SLUAI bertanya "bagaimana dengan orang-orang yang terluka dalam proses ini?". Ambisi SCOAN kadang terlihat dingin, dan empati SLUAI terasa tidak efisien bagi SCOAN. Saat SLUAI berusaha merawat semua orang, SCOAN berkata "nggak ada waktu untuk itu". SLUAI merasa SCOAN terlalu egois, dan SCOAN menganggap SLUAI terlalu lemah.
Saat menciptakan sesuatu bersama mereka kuat, tapi saat SCOAN harus mengorbankan sebagian, konflik muncul. SLUAI tak bisa menerima pengorbanan itu.
“Agar mereka bisa bersama, SCOAN harus melihat empati SLUAI bukan sebagai kelemahan, melainkan kekuatan. Ketika SLUAI juga menerima bahwa dia tak bisa menyelamatkan semua orang, lalu merawat secara mendalam orang yang bisa dia rawat, visi SCOAN jadi kepemimpinan sejati.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →