Kecocokan Sang Pengacau yang Memikat × Penjelajah yang Mengembara (SLUAN × RCOEI)
Tipeku
SLUAN
MBTI: dekat ESFP
Sang Pengacau yang Memikat
50
/ 100Pesona berbeda
Penjelajah yang Mengembara
RCOEI
MBTI: dekat INTJ
Tipe pasangan
Sekilas pandang
Ketika RCOEI yang menyusuri jalannya sendiri bertemu SLUAN yang anehnya menarik orang-orang mendekat, yang satu terus pergi entah ke mana dan yang lain menarik RCOEI ke medan magnetnya. Gambarannya: makin satu mundur selangkah, makin yang lain maju selangkah.
Kalian berdua di lima sumbu
Tidak satu pun dari lima sumbu itu sama. Kelimanya adalah tempat kalian saling belajar.
SosialitasSLUANS SosialRCOEIR IntrovertBeda
EmosionalitasSLUANL SensitifRCOEIC StabilBeda
KeteraturanSLUANU BebasRCOEIO TerstrukturBeda
KeramahanSLUANA RamahRCOEIE MandiriBeda
KeingintahuanSLUANN PraktisRCOEII PenyelidikBeda
Tunjukkan kecocokan ini ke temanmu juga
Titik yang selaras
RCOEI punya jadwalnya sendiri.
Ia bisa tiba-tiba menghilang dan tidak bisa dihubungi berhari-hari.
Biasanya hal itu bikin kesal, tapi SLUAN justru merasa itu menarik.
Orang yang keberadaannya tak pernah tertebak terasa lebih dirindukan ketika sesekali kembali.
SLUAN punya tabiat menarik orang dengan sendirinya, jadi kursi di sebelahnya kosong saat RCOEI pulang.
RCOEI pun merasa jarak yang selama ini ia apungkan mengendur sejenak di dekat SLUAN.
Titik yang berbenturan
Bagi RCOEI, menjauh bukanlah penolakan.
Memang begitu ritmenya. Tapi bagi SLUAN, jarak itu mengganggu.
Ia jadi terus ingin memastikan, “Apa orang ini benar-benar punya perasaan padaku?”
RCOEI merasa terbebani oleh tangan yang terus ingin menahannya.
SLUAN bukan ingin menahan, ia hanya ingin bersama, tapi bagi RCOEI itu terasa seperti diikat.
Terbentuklah pola: makin satu mengulurkan tangan, makin yang lain mundur selangkah.
Panduan hubungan
Momen yang baik bagi mereka adalah ketika RCOEI menghilang beberapa hari lalu kembali dan menghubungi SLUAN lebih dulu.
SLUAN tidak repot-repot bertanya ke mana ia pergi.
RCOEI merasa nyaman karena itu, jadi ia jadi lebih sering pulang.
Setelah makan malam bersama, kalau SLUAN masuk membawa majalah, RCOEI membuka bukunya sendiri di sebelahnya.
Gambar saat mereka bersama tapi tetap sendiri-sendiri terasa nyaman bagi keduanya.
“Kalau RCOEI sekadar berpamitan sepatah kata sebelum menjauh, SLUAN jadi tidak terlalu cemas. SLUAN pun, kalau tahu menghilangnya RCOEI bukan penolakan, tangannya yang menarik jadi sedikit lebih ringan. Rasa jarak bukanlah musuh di antara keduanya.”