

SLOAN menumpuk hari ini demi esok, dan SLUEN membakar segalanya demi hari ini. Cara memandang waktu kalian sepenuhnya berbeda.
SLOAN kagum pada gairah SLUEN. SLUEN menjalani momennya dengan sesempurna ini. SLUEN juga menyukai SLOAN. Sebab keyakinan SLOAN menstabilkan dirinya. Awalnya SLOAN berusaha menarik SLUEN ke masa depan, dan SLUEN menarik SLOAN ke masa kini. Benturan itu terasa menarik. Saat bersama, muncul momen-momen yang benar-benar istimewa.
SLOAN merasa SLUEN membuang masa depan demi hari ini. Tercampur rasa sayang dan kesal. SLUEN merasa rencana masa depan SLOAN merampas masa kini. Sebab bagi SLUEN, esok tak ada jaminannya. Karena waktu kalian berbeda, kalian tak bisa bersama.
Momen paling nyaman bagi kalian adalah saat SLOAN melepas masa depan untuk sementara. Saat ia menjalani momen itu bersama SLUEN tanpa rencana. Saat SLOAN melakukan itu, SLUEN pun bisa menerima SLOAN dengan sepenuh hati.
“Akan baik kalau SLOAN belajar. Bahwa tak semua hal harus demi masa depan. Akan lebih baik kalau SLUEN belajar. Bahwa kadang yang ditanam sekarang justru menciptakan esok.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →