Dohwasal, apa ada di sajuku? — bukan genit, tapi bahasa pesona
Dohwasal = genit? Aku jelaskan dengan mudah makna sebenarnya dari aura yang menarik orang itu.
"Apa di sajuku ada dohwasal (桃花殺)?" Kalau kamu pernah mencarinya sekali waktu, mungkin gara-gara kata "banyak genitnya". Tapi makna sebenarnya dari dohwasal tidak sesederhana itu.
Dohwasal itu apa?
Dohwasal adalah sinsal (神殺, simbol nasib dalam saju) yang muncul ketika 子·午·卯·酉 di antara jiji (地支, cabang bumi) dalam saju berada di posisi tertentu. Ia berarti aura yang menarik orang seperti bunga persik (桃花).
Dulu dilihat negatif sebagai "sal yang menarik lawan jenis", tapi sekarang dibaca berbeda. Dohwasal itu adalah:
- Keramahan yang membuat orang merasa nyaman
- Kehadiran yang menarik perhatian
- Pesona yang menghidupkan suasana
Bukan genit, melainkan semacam bahasa pesona.
Corak orang yang punya dohwasal
Secara tradisional dohwasal sering dibaca dengan corak seperti ini.
- Cepat akrab bahkan dengan orang yang baru pertama ditemui
- Bersinar terutama di tempat-tempat yang 'dilihat' seperti foto atau panggung
- Sering dibilang "cuek tapi anehnya menarik perhatian"
Tentu saja satu dohwasal saja tidak bisa menjelaskan seseorang seluruhnya. Sebab saju harus dibaca lewat keseimbangan banyak aura. Dohwasal yang sama pun, pada sebagian orang menyala di atas panggung, pada sebagian lain pesona itu menyala dalam hubungan satu-lawan-satu yang tenang.
Aura bawaan, dan diriku yang sekarang
Kalau dohwasal adalah 'benih pesona bawaan', maka dalam wujud seperti apa benih itu sedang mekar sekarang adalah cerita yang lain lagi. Diriku yang tampil di luar (diri luar) dan diriku saat sendirian (diri dalam) ternyata jauh lebih berbeda daripada yang kamu kira.
Kalau kamu penasaran dengan dua wajah pesonamu, 1 menit saja sudah cukup.
Cerita saju yang enak dibaca bareng
Penasaran dengan kepribadian Anda yang sebenarnya?
Tes 1 menit diri luar & diri dalammu