

Dua orang yang tenang bertemu, tapi RCOAI berusaha membuat janji tak terucap, sedangkan RLUEN berhati-hati kalau-kalau janji itu mengikatnya. Kalian berdua sama-sama pendiam, tapi makna kependiaman itu berbeda.
Awalnya kelapangan masing-masing terlihat menyenangkan. RCOAI bisa menikmati waktu bersama RLUEN tanpa rencana, dan RLUEN pun hatinya tenang oleh ketenangan RCOAI. Kegiatan yang kalian lakukan bersama ringan dan bebas. Tapi seiring waktu, RCOAI mulai diam-diam menumpuk harapan.
Sisi tersembunyi RCOAI ingin membangun sesuatu bersama. Sisi tersembunyi RLUEN ingin menghindari bentuk kerangka apa pun. Saat RCOAI mengusulkan "bulan depan kita lakukan ini bersama, yuk?", RLUEN saat itu juga merasa seperti tercekik. RCOAI tidak mengerti kenapa RLUEN kabur padahal ia tidak memaksa, dan RLUEN merasa RCOAI tak ada habisnya.
Pertemuan satu dua hari menyenangkan. Waktu jalan-jalan bersama, makan malam larut tanpa janji apa pun. Tapi saat RCOAI melontarkan satu kalimat "minggu depan ketemu di jam ini lagi, yuk?", ekspresi RLUEN mengeras secara halus. Seluruh jarak di antara kalian termuat dalam satu baris itu.
“Kalau RLUEN bisa berkata "kamu kan tidak sedang ingin memilikiku", dan RCOAI bisa berkata "aku akan melepas harapanku, jadi kamu juga bukalah pintumu", kalian berdua bisa membangun bentuk kepercayaan yang ringan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →