

Saat empatis yang tenang bertemu empatis yang berlebih, yang satu berusaha merangkul semua orang, dan yang lain menerima rangkulan itu dengan tenang. Hubungan keduanya adalah bentuk pengertian yang paling lembut di dunia.
RCOAI dan SLUAI sama-sama memperlakukan orang dengan hangat, tapi caranya berbeda. SLUAI mengungkapkan emosi besar-besar, sedangkan RCOAI mengungkapkannya lewat keheningan. Tapi keduanya sama-sama berusaha membaca hati lawan. Empati SLUAI yang meluap kadang bisa terasa berat, tapi RCOAI sanggup menahannya. Sebaliknya, ketenangan RCOAI menstabilkan SLUAI. Kalian berdua sama-sama orang dengan emosi yang dalam, jadi percakapan setingkat jiwa pun mungkin.
SLUAI ingin mengungkapkan emosinya, jadi saat RCOAI mundur ke dunianya sendiri, SLUAI bisa menafsirkannya sebagai "ternyata kamu tidak berempati padaku". RCOAI memahami secara mendalam tapi tidak mengungkapkannya, jadi SLUAI merasa sendirian. Apalagi saat SLUAI hendak menolong seseorang dan RCOAI berkata "itu bukan tanggung jawabmu", SLUAI merasa emosinya dinafikan. Perbedaan cara mengungkapkan empati itulah titik konflik mereka.
Momen terbaik adalah saat RCOAI duduk diam di samping SLUAI yang kelelahan setelah menolong seseorang. SLUAI baru merasa bahwa dirinya pun dirawat di dalam keheningan RCOAI. RCOAI pun, kalau tahu bahwa kehangatan SLUAI membuat dunia sedikit lebih layak dihuni, kalian berdua paling harmonis.
“Agar keduanya berjalan baik, RCOAI sesekali perlu berusaha mengungkapkan emosinya lewat kata. SLUAI pun perlu memiliki kedalaman untuk menerima keheningan RCOAI. Dengan begitu, kalian akan menjadi pelabuhan yang paling aman satu sama lain. Sebab kalian adalah orang yang bisa bersama tanpa kata.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →