

Dua perfeksionis bertemu. RCOAN diam-diam menjaga standarnya sendiri, sementara RLOAN menambahkan kecemasan di atas standar itu. Keduanya menginginkan ketinggian yang sama, tapi cara mencapainya berbeda.
Kalian berdua saling memahami standar masing-masing. Ketegasan dalam diam milik RCOAN cocok dengan pertimbangan hati-hati milik RLOAN. Saat bekerja bersama, RCOAN berkata "Segini sudah cukup bagus", lalu RLOAN bertanya "Tapi bukankah masih bisa lebih?". Dalam proses itu, kalian berdua jadi meninjau ulang standar masing-masing. Kalau ada rasa saling percaya, kualitas terbaik pun lahir.
Sisi tersembunyi RCOAN bergerak dengan keyakinan "Kalau aku yang kerjakan, pasti beres". Sisi tersembunyi RLOAN lebih dulu memikirkan "Bagaimana kalau salah?". Keduanya menginginkan kesempurnaan, tapi RCOAN mencarinya lewat tindakan, sedangkan RLOAN mencarinya lewat rencana. RCOAN merasa pertimbangan RLOAN menghambat kemajuan. RLOAN merasa tindakan RCOAN terlihat gegabah.
Di akhir pekan, kalian ke kafe, membuka laptop masing-masing dan bekerja; sekitar satu jam kemudian RCOAN memutar layarnya sambil bertanya "Ini gimana?" dan RLOAN menjawab "Hmm, kalau satu baris ini dipoles sedikit lagi pasti lebih bagus" — momen itulah saat kalian paling nyaman. Keheningan yang lahir dari keyakinan bahwa kalian saling tahu standar masing-masing itulah keintiman kalian berdua.
“Kalau RLOAN bisa berkata "Kadang tidak melakukan apa-apa juga bisa jadi jawaban", dan RCOAN bisa berkata "Meski aku cepat, aku akan menghargai kehati-hatianmu juga", maka dua orang dengan kode yang sama bisa mengubah kelemahan satu sama lain menjadi kekuatan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →