

Seorang pengejar prestasi yang tenang bertemu seorang pemimpi yang tenang. RCOAN menuju ke puncak, RLOEI masuk ke dalam imajinasi yang bebas. Keduanya pendiam, tapi tujuan akhirnya berlawanan arah.
Awalnya keduanya nyaman dengan keheningan, jadi terlihat baik-baik saja. RCOAN suka ide-ide kreatif RLOEI, dan RLOEI senang karena RCOAN tidak memaksanya. Saat bekerja bersama, RCOAN membangun struktur lalu RLOEI mewarnainya. Tapi seiring waktu, orientasi pada tujuan milik RCOAN dan fokus pada proses milik RLOEI mulai berbenturan.
Sisi tersembunyi RCOAN menyimpan kecemasan bahwa ia harus mencapai tempat yang tinggi. Sisi tersembunyi RLOEI justru menganggap kecemasan itulah yang mengurungnya. Saat RCOAN mengusulkan "Ayo kita jalan seperti ini", RLOEI berpikir "Kalau lewat jalan itu, apa yang akan kita lewatkan?". RCOAN khawatir RLOEI akan berhenti di tengah seumur hidupnya, dan RLOEI merasa RCOAN ingin merebut kebebasannya.
Sabtu sore yang tidak direncanakan, RCOAN bertanya "Hari ini mau ngapain?" dan RLOEI menjawab "Jalan-jalan keliling kompleks aja yuk" — hari seperti itulah yang paling enak. Sementara RLOEI menyusuri rak-rak di toko buku kecil di ujung gang, RCOAN di sampingnya diam-diam memilih satu buku dan membacanya. Tapi semakin penuh kalender, sore-sore kosong seperti itu makin lama makin berkurang.
“Kalau RCOAN bisa dengan tulus berkata "Jalanmu juga bermakna", dan RLOEI bisa berkata "Aku tidak akan menghalangi tujuanmu", kalian bisa menjadi dua orang yang berjalan sejajar.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →