

Seorang arsitek imperium yang tenang bertemu seseorang yang terjebak dalam kekacauan. RCOAN ingin menaklukkan dunia, RLOEN hanya ingin menaklukkan kamarnya sendiri. Keduanya pendiam, tapi nuansanya benar-benar berbeda.
Di awal, semuanya bermula dari rasa penasaran satu sama lain. RCOAN suka karena RLOEN tidak mengganggunya, dan RLOEN berterima kasih karena RCOAN tidak berusaha mengubahnya. Dalam pekerjaan pun, kalau RCOAN fokus hanya pada wilayahnya sendiri, RLOEN juga fokus pada dunianya sendiri. Terlihat seperti hubungan dewasa yang saling menghormati ruang masing-masing.
Sisi tersembunyi RCOAN terus menginginkan sesuatu yang lebih besar. Sisi tersembunyi RLOEN takut dunia kecilnya runtuh. Saat RCOAN ingin berbagi pencapaiannya dengan RLOEN, RLOEN merasa itu adalah upaya menariknya keluar. RCOAN gemas karena RLOEN tidak ikut tumbuh bersamanya, dan RLOEN merasa ambisi RCOAN menekannya.
Meski tinggal serumah, paling nyaman saat RCOAN bekerja di meja ruang tamu dan RLOEN menghabiskan waktu dengan lampu kecil di samping ranjang kamarnya. Saat malam RCOAN berkata "Aku sudah tentukan menunya, ayo makan bareng", RLOEN keluar sebentar, makan bersama, lalu masuk lagi. Balasan chat-nya lambat tapi tidak ada yang tersinggung. Semakin memaksakan diri untuk selalu bersama, keduanya justru makin lelah, jadi waktu terpisah malah jadi benang yang menyambungkan kalian.
“Kalau RLOEN bisa berkata "Biarkan aku keluar pelan-pelan juga", dan RCOAN bisa dengan tulus berkata "Aku akan menunggu, dengan kecepatanmu sendiri", kalian bisa menjadi dua orang yang menghormati ritme masing-masing.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →