

Seorang penjelajah yang tenang bertemu seorang keras kepala di tengah badai. RCOEI percaya semuanya saling terhubung, RLUAN hanya percaya pada kebenarannya sendiri.
Awalnya keduanya nyaman dengan keheningan, jadi baik-baik saja. RCOEI terkesan karena RLUAN tidak menyerah pada keyakinannya, dan RLUAN juga senang karena RCOEI tidak memaksanya. Kalau bekerja di wilayah masing-masing, benturannya sedikit.
Sisi tersembunyi RCOEI ingin terhubung lebih banyak. Sisi tersembunyi RLUAN punya keyakinan "Ini salah dan aku benar". Saat RCOEI menjelaskan "Ini dan ini juga terhubung", RLUAN berkata "Oh ya? Aku tak peduli, aku jalan jalanku sendiri". RCOEI gemas karena merasa RLUAN mengabaikan penemuannya, dan RLUAN menganggap upaya menghubung-hubungkan ala RCOEI itu tak bermakna.
Berjalan di jalan masing-masing terasa paling alami. Saat makan malam bersama lalu RCOEI membuka obrolan "Ini ternyata nyambung dengan yang di sana juga", RLUAN berkata "Iya, tapi aku jalan punyaku" sambil menyuap sekali lagi. Tanpa rasa tersinggung maupun penyusupan — keintiman yang sejajar itulah nuansa kalian berdua.
“Kalau RLUAN bisa berkata "Kamu hubungkan koneksimu, aku akan jalan jalanku", dan RCOEI bisa berkata "Meski berbeda, hanya dengan saling ada saja kita sudah terhubung", kalian bisa menjadi hubungan yang sejajar tapi tetap bersama.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →