

Ketika penjelajah yang mengembara bertemu pabrik gagasan yang meledak-ledak, yang satu menjelajah tanpa henti, dan yang lain terus-menerus melontarkan gagasan. Saat keduanya bersama, lahir kekacauan yang paling kreatif.
RCOEI dan SLOEI sama-sama mengejar hal baru tanpa henti. RCOEI menjelajah dengan mendalam, SLOEI melontarkan gagasan secara luas. Ketika keduanya bersama, muncul sesuatu yang benar-benar inovatif. RCOEI pun merasa gagasan SLOEI yang tak ada habisnya membuat penjelajahannya makin kaya. SLOEI pun berpikir kedalaman RCOEI mewujudkan gagasan-gagasannya. Ketika keduanya bersama, tercipta momen-momen yang dialiri kreativitas tanpa henti.
RCOEI dan SLOEI sama-sama mencintai proses. RCOEI selalu berpikir, "Bukankah bisa digali lebih dalam?", dan SLOEI berpikir, "Bukankah ada gagasan yang lebih banyak?" Akibatnya, hal-hal yang mereka mulai bersama tidak pernah selesai. RCOEI maupun SLOEI menganggap penyelesaian sebagai dosa. Saat sisi tersembunyi mereka muncul dan mereka semakin masuk ke dunia sendiri, keduanya cenderung ingin mencampakkan proyek mereka.
Momen terbaik adalah ketika keduanya sedang menjelajahi sesuatu bersama. Saat itu keduanya paling menjadi diri sendiri dan saling memahami paling dalam. RCOEI maupun SLOEI paling nyaman ketika menganggap satu sama lain sebagai jenis yang sama dengan dirinya.
“Agar keduanya bisa melangkah bersama, sesekali mereka harus memutuskan untuk menyelesaikan satu proyek. Mereka harus belajar bahwa momen penyelesaian itu pun indah. Dengan begitu, mereka akan menjadi tim yang benar-benar mampu menciptakan sesuatu yang belum pernah ada di dunia.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →