

Pengamat mode siluman bertemu sang pemberi empati yang mudah terluka. RCOEN ingin menghilang, dan RLUAI ingin terhubung dengan seseorang.
Awalnya ketenangan RCOEN terasa aman bagi RLUAI. RLUAI pun berusaha memahami RCOEN secara mendalam. Tapi seiring waktu, makin RCOEN menjauh, makin RLUAI terluka.
Sisi tersembunyi RCOEN mati-matian berusaha agar tak terlihat. Sisi tersembunyi RLUAI menunggu seseorang melihatnya. Saat RCOEN makin bersembunyi, RLUAI makin terluka. RCOEN merasa harapan RLUAI menekannya. RLUAI berpikir RCOEN mengabaikannya.
RLUAI yang lebih dulu mengirim pesan, membuat janji, dan memesan tempat di kafe. Saat bertemu, RLUAI lama menumpahkan hal-hal yang berat akhir-akhir ini, dan RCOEN mendengarkan dengan diam lalu sesekali mengangguk singkat. Setelah berpisah, kalau RLUAI mengirim pesan "Terima kasih sudah mendengarkan hari ini," RCOEN baru membalas singkat beberapa hari kemudian. RLUAI merasa balasan satu baris itu terlalu terlambat, tapi bagi RCOEN itu pun sudah uluran tangan terbaik yang ia bisa.
“Kalau RCOEN bisa berkata "Kamu boleh melihatku, walau aku tak perlu dilihat," dan RLUAI bisa berkata "Kamu boleh tak melihatku, sebab aku sudah melihatmu," keduanya bisa tetap ada bahkan di dalam koneksi yang tak sempurna.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →