

Ketika RCOEN yang melihat dari belakang bertemu SLOEN yang menjadi pusat keramaian, yang satu nyaman melihat dari samping dan yang lain nyaman berdiri di depan. Cara mereka menempati tempat tidak tumpang tindih, jadi anehnya semua berjalan mulus.
Kalau pergi ke pertemuan, SLOEN secara alami duduk di tengah. RCOEN tak repot-repot ikut nimbrung, ia mendengarkan dari kursi sebelah. Biasanya itu gambaran yang pantas membuat salah satu kesal, tapi pada keduanya tidak begitu. SLOEN nyaman karena RCOEN melihatnya tanpa menilai, dan RCOEN nyaman karena berkat SLOEN, suasana tetap berjalan meski ia tak repot-repot bicara. Pekerjaan pun mirip. Kalau SLOEN berdiri di depan orang-orang dan RCOEN mengurus dari belakang, pertemuan besar berjalan baik.
SLOEN menginginkan seseorang yang mau berdiri bersamanya di atas panggung. Bersinar sendiri memang sudah biasa, tapi pada orang terdekat ia ingin orang itu datang ke sebelahnya. Tapi RCOEN canggung dengan panggung. "Aku toh tak perlu repot ke sana, kamu kan hebat." SLOEN kesal dengan kata-kata itu. "Hebat itu beda urusan dengan mau berdiri bersamaku." Kalau RCOEN terus mundur ke belakang, SLOEN merasa seolah tak ada orang di sebelahnya.
Momen baiknya adalah saat SLOEN, setelah menghabiskan semua energinya untuk orang-orang, masuk lalu berbaring lemas di sebelah RCOEN tanpa bicara. RCOEN tak repot-repot menyapa, ia hanya menemani di sebelahnya. Bagi SLOEN, itulah istirahat yang sesungguhnya. Biasanya ia orang yang menciptakan suasana, tapi di sebelah ini ia tak perlu menciptakannya.
“Kalau RCOEN sesekali mau datang sampai ke samping panggung, SLOEN jadi tenang. SLOEN pun, kalau tahu RCOEN selalu ada di sebelahnya, jadi tak perlu repot-repot menyeretnya ke panggung. Tempat melihat dan tempat berdiri itu berbeda, tapi berbeda bukan berarti berjauhan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →