

Pertemuan antara RCUAI si pengembara empatik yang santai dengan RCUAN si jiwa bebas yang cuek terasa seperti kebetulan sekaligus takdir. Keduanya berhati hangat, tapi sama-sama tak suka diikat.
RCUAI perlahan-lahan menjaga seseorang dengan hangat. RCUAN justru merasa nyaman karena perhatian semacam itu tak ada. Ia selalu waspada kalau ada yang mengekangnya, tapi RCUAI memang tak punya niat begitu. Keduanya menolak kerumunan, keduanya menghargai waktu sendiri. Mereka orang-orang yang baik-baik saja walau berpapasan lalu masing-masing pergi menempuh jalannya sendiri.
Mungkin saja RCUAI punya keinginan untuk menjaga seseorang. RCUAN takut akan hal itu. Saat satu pihak mencoba sedikit lebih mendekat, pihak lain mungkin sudah menarik kakinya lebih dulu. Mereka menginginkan kebebasan yang sama, tapi kadang arah kebebasan itu berbeda.
Yang membuat keduanya baik adalah karena mereka saling melepaskan. Tak ada juga tak tersinggung, ada pun tak memaksa. Hubungan yang muncul lalu lenyap tiba-tiba, namun tetap hangat, itulah bentuk paling nyaman bagi mereka.
“Mungkin keduanya adalah teman jalan-jalan terbaik. Berjalan bersama tapi tak perlu dengan kecepatan yang sama, tak perlu ke arah yang sama. Menghormati langkah masing-masing itulah kekuatan hubungan ini.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →