

Saat pertama bertemu, keduanya tertarik bagai magnet. RCUAI dengan kehangatan yang tenang, SLOAI dengan kecemasan yang bersinar, saling membutuhkan satu sama lain. Tapi makin lama waktu mereka bersama, pikiran "karena nggak tahu kapan orang ini meledak" mulai bersarang di salah satu sudut hati RCUAI.
Ketenangan RCUAI meredakan kecemasan SLOAI dalam sekejap. Cuma dengan diam-diam berada di sebelahnya saja, SLOAI sudah merasa "sepertinya aku akan baik-baik saja". Dalam keseharian, RCUAI menjadi landasan rasa stabil yang dibutuhkan SLOAI, dan SLOAI menambahkan warna pada dunia RCUAI yang tenang. Setiap bertemu, RCUAI berpikir "apakah kehangatanku cukup untuk orang ini?", dan SLOAI penasaran "apakah orang ini memahami keceriaanku?".
Saat RCUAI sedang diam berdiam diri, SLOAI meledak keluar dengan gemerlap. RCUAI tak paham "kenapa energi itu terus dikeluarkan ke luar?", dan SLOAI bertanya-tanya "apakah orang ini mengabaikan emosiku?". Saat RCUAI hendak perlahan membangun kepercayaan, SLOAI sudah maju tiga langkah ke depan. Indra waktu mereka benar-benar berbeda.
Momen paling hangat adalah saat SLOAI kembali dengan kelelahan setelah berkeliling satu putaran. Saat itu, sambil menyerahkan dirinya ke ruang tenang RCUAI, ia merasa "di sinilah rumah". Tapi RCUAI tetap saja menanti ledakan SLOAI berikutnya.
“Hubungan keduanya seperti hubungan antara musik dan keheningan. Musik dibutuhkan dan keheningan pun dibutuhkan, tapi saat keduanya berada di satu ruang, harus memilih salah satunya. RCUAI menjadi bagian dari musik, atau SLOAI menerima keheningan. Kalau di antaranya mereka menemukan irama baru, sebuah melodi yang sangat unik bisa lahir.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →