

Cara mereka berempati mirip, jadi sejak awal muncul pikiran "ah, orang ini memahamiku". SLUAI mencintai semua orang dan RCUAI pun menerima siapa saja dengan hangat. Tapi orang yang dicintai SLUAI terus bertambah, dan kehangatan RCUAI harus dibagi ke mereka semua.
Empati tenang RCUAI memberi hiburan "dunia ternyata nggak seburuk itu" kepada SLUAI. Saat SLUAI terluka karena terlalu dalam mencintai seseorang, RCUAI-lah orang yang menerimanya. Saat bersama RCUAI, SLUAI jadi bisa memandang empati berlebihnya dengan sedikit jarak. RCUAI menghormati kedalaman emosi SLUAI, dan SLUAI bersyukur atas ketenangan RCUAI. Tapi RCUAI tak bisa selamanya menemani kerja emosi SLUAI.
Saat SLUAI mulai mencintai orang lain lagi secara mendalam, RCUAI berpikir "apakah aku nggak cukup untuk orang ini?". Karena empati SLUAI tertuju ke semua orang, hubungan dengan RCUAI hanyalah salah satu dari empati itu. Yang RCUAI inginkan bukan "kamu milikku" melainkan "kamu dan aku", tapi bagi SLUAI semua orang harus bersama.
Momen paling nyaman bagi keduanya adalah saat SLUAI ikut menanggung luka seseorang, dan RCUAI diam-diam merengkuhnya. Saat itu SLUAI merasa "orang ini memahamiku". Tapi makin proses itu berulang, makin RCUAI kelelahan.
“Supaya keduanya bisa lama bersama, mereka perlu membedakan kedalaman dan cakupan empati. Bahwa SLUAI mencintai semua orang itu indah, tapi ia perlu merasa bahwa hubungannya dengan RCUAI pun bisa menjadi istimewa di dalam cinta itu. RCUAI pun perlu tahu bahwa ketenangannya bukan kedinginan, melainkan ekspresi lain dari cinta yang dalam.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →