

RCUAN adalah jiwa bebas, dan SLOAI tertarik pada kebebasan itu. Keputusan-keputusan RCUAN yang acuh memberi SLOAI kesadaran "Ternyata bisa juga hidup seperti itu." Tapi kenyataan bahwa RCUAN bisa pergi kapan saja memperdalam kecemasan SLOAI.
RCUAN adalah orang yang tidak terikat pada siapa pun, tapi saat bersama SLOAI dia merasa "Ini pun tidak apa-apa."
Saat RCUAN berkata "Mungkin minggu depan aku pergi saja", SLOAI bertanya "Boleh aku ikut?" atau malah mendorongnya menjauh dengan berkata "Pergi saja sendiri."
Momen paling nyaman bagi keduanya adalah saat RCUAN secara alami mengulurkan tangan dan berkata "Ayo jalani jalan ini bareng aku", lalu SLOAI menyambutnya dan merasa "aku dipilih."
“Agar keduanya bisa bersama, mereka harus menarik batas antara kebebasan dan ketergantungan. Keduanya harus memahami bahwa kebebasan RCUAN bukan berarti meninggalkan SLOAI, dan kecemasan SLOAI bukan untuk mengikat RCUAN. RCUAN pun sesekali perlu mengatakan dengan jelas "Aku ingin bersamamu", dan SLOAI perlu memandang kebebasan RCUAN bukan sebagai pengabaian, melainkan sebagai pilihan demi dirinya sendiri.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →