

Saat spontanitas SLOEI bertemu sikap acuh RCUAN, ada yang terasa seperti sihir. SLOEI berpikir "Bersama orang ini, sepertinya apa pun bisa terjadi", dan RCUAN merasa "Orang ini juga tidak buruk." Tapi SLOEI ingin membuat setiap hari jadi istimewa, sedangkan RCUAN justru senang kalau kemarin dan hari ini sama saja.
RCUAN tidak mengganggu kreativitas SLOEI, dan SLOEI mengubah sikap acuh RCUAN menjadi seni. Saat bersama RCUAN, SLOEI merasa takjub "Apa ini benar-benar ideku?", dan bagi RCUAN setiap momen bersama SLOEI terasa baru. Saat bersama, lahir sesuatu yang benar-benar unik. Tapi RCUAN tidak bisa mempertahankan kebaruan itu setiap hari.
Saat SLOEI bersemangat "Malam ini bakal benar-benar istimewa", RCUAN justru menantikan pagi esok hari. RCUAN mengagumi intensitas SLOEI tapi tidak ikut larut. SLOEI ingin RCUAN hidup dengan gairah yang sama, tapi bagi RCUAN cukup hanya dengan memandang SLOEI saja.
Momen paling bahagia bagi keduanya adalah saat SLOEI menemukan ide baru, lalu RCUAN merespons secara alami "Wah, itu seru." Saat itu SLOEI merasa kreativitasnya divalidasi. Tapi RCUAN tetap terasa ada di kejauhan.
“Agar keduanya bisa bersama, mereka harus menyelaraskan siklus 'keistimewaan'. Kalau obsesi SLOEI bahwa setiap hari harus jadi pesta bisa hidup berdampingan dengan sikap acuh RCUAN, keduanya bisa menciptakan sihir yang sesungguhnya. SLOEI pun bisa menemukan waktu untuk merenungkan dirinya di dalam keheningan RCUAN, dan RCUAN pun sesekali harus bisa ikut bersorak di dalam pesta SLOEI.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →