

Di pusat pusaran SLOEN, bisa jadi ada orang seperti RCUAN. SLOEN melihat "ruang yang bisa menampung energiku" di dalam sikap acuh RCUAN. RCUAN mengamati pusaran SLOEN seolah sedang menonton. Tapi ruang kosong RCUAN secara aneh memikat SLOEN, dan SLOEN yang berusaha mengisi ruang kosong itu dengan energinya pada akhirnya justru berjumpa dengan kehampaan RCUAN.
RCUAN berusaha tidak menjadi pusat bagi SLOEN, tapi SLOEN berusaha menjadikan RCUAN pusatnya. Kebebasan RCUAN tidak membatasi energi SLOEN, dan pusaran SLOEN pun tak bisa menundukkan RCUAN. Saat bersama, SLOEN merasa "hanya orang ini yang bisa menampungku", dan RCUAN berpikir "energi orang ini pun hanyalah satu fenomena." Keduanya menjalin hubungan di dimensi yang sama sekali berbeda.
Saat SLOEN bertanya "Maukah kamu jadi pusatku?", RCUAN menjawab "Aku bukan pusat." Dalam rasa sesak itu, SLOEN berusaha menggenggam RCUAN lebih kuat, dan RCUAN justru makin menjauh dari genggaman itu. 'Pusat' yang diinginkan SLOEN memang sejak awal tidak dimiliki RCUAN.
Momen paling nyaman bagi keduanya adalah saat SLOEN menumpahkan seluruh energinya dan RCUAN menerimanya tanpa menghakimi. Tapi setelah momen itu berlalu, RCUAN tetap kosong, dan SLOEN tetap mencari.
“Agar keduanya bisa bersama, mereka harus melepaskan konsep 'pusat'. SLOEN harus merasakan bahwa ruang kosong di dalam RCUAN bukanlah penolakan melainkan penerimaan, dan RCUAN pun sesekali harus bisa merasakan keberadaannya di pusat pusaran SLOEN. Sebab hubungan tanpa pusat pun bisa sedalam hubungan yang punya pusat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →