

RCUEI adalah orang yang menggali sampai tuntas, sedangkan RLOEN adalah orang yang mengunci pintu kamarnya sendiri. Saat keduanya bertemu, pertanyaan "Kenapa kamu selalu berusaha masuk?" dan "Kenapa kamu selalu menutup pintu?" bersahut-sahutan melintasi dinding.
Keduanya bergerak dengan tenang, tapi arahnya berlawanan total. RCUEI menebar rasa ingin tahunya ke luar, sedangkan RLOEN mengerutkan dunianya ke dalam. Saat pertama bertemu, RCUEI penasaran pada dunia RLOEN yang terisolasi, dan RLOEN ingin menghindari perhatian RCUEI. Saat RCUEI bertanya, RLOEN menjawab dengan keheningan.
Sisi tersembunyi RCUEI adalah mode "semua bisa terbuka." Sisi tersembunyi RLOEN adalah mode "hanya kamarku yang aman", dan saat RCUEI terus berusaha masuk, RLOEN menutup pintunya makin rapat. RCUEI berkata "Aku ingin membantumu", tapi RLOEN merasa "Ini penyusupan." Niat dan tafsiran keduanya selalu tidak sejalan.
Saat RCUEI datang sampai ke depan kos RLOEN dan mengirim pesan "Mau ngeteh sebentar?", RLOEN yang sedang main ponsel di kasur ragu sebentar lalu membalas "Hari ini agak kurang enak." RCUEI mencoba lagi dengan cara yang sama minggu berikutnya. Saat tak sengaja bertemu di kafe, meski RCUEI bertanya "Lagi baca apa belakangan ini?", RLOEN menjawab singkat lalu kembali memakai headphone-nya. Tangan yang mengetuk di depan pintu dan tangan yang mengunci dari dalam, dua gerakan itulah keseharian keduanya.
“Kalau RCUEI bisa menunjukkan lewat tindakan bahwa "Aku tidak berniat masuk", dan RLOEN sesekali bisa membuka pintunya sedikit demi sedikit, keduanya bisa saling memahami sambil tetap menjaga jarak.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →