

RCUEI adalah orang yang menggali pelan tapi sampai tuntas, sedangkan RLUAI adalah empati yang mudah terluka. Saat keduanya bertemu, "Aku ingin memahamimu" dan "Aku ingin dipahami" berputar dalam lingkaran tak berujung.
Keduanya sama-sama punya keinginan mendalam untuk memahami seseorang. Rasa ingin tahu RCUEI berawal dari manusia, dan empati RLUAI berawal dari lawan bicara. Saat pertama bertemu, keduanya merasakan gelombang yang serupa. Pertanyaan RCUEI membuka hati RLUAI, dan empati RLUAI memuaskan rasa ingin tahu RCUEI. Saat bersama, lahir percakapan yang paling indah.
Sisi tersembunyi RLUAI adalah mode yang ingin menyembuhkan luka secara perlahan. Sisi tersembunyi RCUEI adalah mode "aku harus terus bertanya", dan saat RCUEI terus bertanya, RLUAI merasa lukanya terlalu dalam. RCUEI berniat membantu, tapi RLUAI justru makin terbebani. Semakin keinginan untuk memahami dan keinginan untuk dipahami bertemu, semakin besar bebannya.
Saat keduanya bercakap-cakap mendalam adalah momen paling dekat. Tapi kalau rasa ingin tahu RCUEI memicu luka RLUAI, RLUAI merasa dirinya orang yang terlalu banyak masalah.
“Kalau RCUEI bisa berkata "Kamu sudah cukup, bahkan dengan luka-lukamu", dan RLUAI bisa mengakui bahwa empatinya juga adalah satu bentuk kekuatan, keduanya bisa mempertahankan hubungan yang saling memahami.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →