

Saat RCU berada di belakang, SC mengira dialah yang memimpin semua orang. Padahal sebenarnya RCU-lah sandarannya.
Pada sisi publik mereka, pekerjaan berjalan bersama dan mereka membagi tugas dengan baik. SC mengambil peran ke luar dan RCU mengokohkan bagian dalam. Awalnya pembagian peran ini terasa alami dan nyaman. Tapi seiring waktu muncul pikiran "kenapa aku terus tidak bisa mengisi ulang energiku?", dan SC mulai kecewa "kenapa kamu terus tidak bisa mengikuti?"
Pada sisi publik mereka mengira cocok, tapi begitu sisi tersembunyi muncul, jadi berbeda. Saat keheningan dari sisi tersembunyi RCU bertemu kebutuhan dari sisi tersembunyi SC, keduanya jadi lelah. SC bertanya-tanya "apa RCU ini dingin ya?", dan RCU merasa "kenapa SC terus membangunkanku?"
Saat SCUEI tiba-tiba mengirim chat "mau nonton film ini bareng?", lalu RCUEN yang biasanya bahkan menolak ajakan perkumpulan justru menjawab panggilan itu, jarak mereka berdua menyempit sejengkal. Setelah film selesai, SCUEI menumpahkan kesan selama sekitar 30 menit, dan RCUEN menyetujui singkat salah satu adegannya. Bagi SCUEI, satu kalimat persetujuan singkat itu terasa lebih tulus daripada tepuk tangan orang lain.
“Saat RCU tahu bahwa 'SC bukan mendorongku, tapi menuntunku', dan SC tahu bahwa 'keheningan RCU bukan penolakan, melainkan kepercayaan', mereka bisa saling melengkapi. Saat itu, perbedaan mereka berdua bukan lagi kekurangan, melainkan ritme, dan justru di dalam ritme itu lahir koneksi yang paling dalam.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →