

Percikan api SLUEN menerangi ketenangan RCUEN. RCUEN memandang dari jarak, "oh, orang ini benar-benar cerah ya". SLUEN ingin bertanya di tengah keheningan RCUEN, "jangan-jangan orang ini juga menyukaiku?"
Ketenangan RCUEN membuat momen SLUEN lebih bermakna. Saat bersama RCUEN, SLUEN merasa percikan apinya dibenarkan. RCUEN pun menemukan bentuk ketenangan baru di dalam kesementaraan SLUEN. Saat kalian bersama, percikan api SLUEN menyala paling terang. Tapi SLUEN menginginkan keabadian, sedangkan RCUEN mempertahankan ketenangan.
Ketika SLUEN bilang "andai momen ini abadi", RCUEN sudah pergi ke tempat lain. Intensitas SLUEN ada di masa kini, tapi ketenangan RCUEN tak ada di mana pun. Semakin SLUEN memutlakkan masa kini, semakin jauh RCUEN.
Momen paling bahagia kalian berdua adalah saat SLUEN menyala di puncaknya, lalu RCUEN menampung momen itu. Saat itu SLUEN merasa "orang ini melihatku". Tapi begitu momen itu berlalu, RCUEN tetap saja jauh.
“Agar kalian bisa bersama, kalian harus belajar bahwa momen dan bukan-momen adalah cara keberadaan yang sama. SLUEN pun harus tahu bahwa ketenangan RCUEN bukan penolakan, melainkan bentuk keberadaan yang lain, dan RCUEN pun harus sesekali bisa terbangun di dalam percikan api SLUEN. Saat momen meledak-ledak SLUEN bertemu ketiadaan tenang RCUEN, kalian bisa membangun hubungan yang benar-benar misterius.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →