

Filsuf (RLOAI) dan si keras kepala (RLUAN). Keduanya punya pikiran sendiri, tapi yang satu bertanya, yang lain berteriak.
Awalnya, karena keduanya pendiam, sepertinya bakal cocok.
Pertanyaan RLOAI "apa itu benar-benar benar?" terasa seolah memperlakukan RLUAN sebagai 'orang yang tak mengerti', dan kata-kata RLUAN "aku tahu ini benar" terlihat seolah 'meremehkanku' bagi RLOAI.
Momen ternyaman adalah saat mereka berada di dunia masing-masing.
“Saat RLUAN menerima pertanyaan RLOAI bukan sebagai 'keraguan' melainkan 'kedalaman', dan RLOAI menghormati keyakinan RLUAN bukan sebagai 'kekerasan kepala' melainkan 'kekuatan', mereka berdua bisa saling menyempurnakan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →