

Sang perfeksionis pendiam dan sang CEO karismatik sama-sama punya standar tinggi, tapi yang satu pendiam dan yang lain bersuara lantang. Keduanya ingin menang, tapi caranya berbeda.
RLOAN dan SCOAN sama-sama mengejar kesempurnaan, tapi SCOAN mewujudkannya lewat suara sementara RLOAN lewat keheningan. RLOAN pun bisa termotivasi oleh daya eksekusi cepat SCOAN. Kehati-hatian RLOAN bisa membuat keputusan SCOAN lebih kokoh. Saat keduanya bekerja sama, standarnya tinggi dan geraknya cepat. Tapi karena gaya kepemimpinannya berbeda, kadang bisa berbenturan.
SCOAN membaca keheningan RLOAN sebagai persetujuan lalu bergerak cepat, padahal RLOAN masih berpikir atau bahkan menolak. Saat SCOAN bertanya "kenapa nggak ngomong?", RLOAN bisa menjawab "tunggu sampai aku siap". Proses pengambilan keputusan RLOAN yang lambat bisa membuat SCOAN sesak. Sebaliknya, RLOAN bisa merasa keputusan cepat SCOAN itu dangkal.
Saat SCOAN menghargai kehati-hatian RLOAN dan mau menunggu, dan RLOAN pun mempercayai serta mengikuti daya eksekusi cepat SCOAN, keduanya menciptakan kemitraan yang paling kuat.
“Kalau SCOAN bersabar terhadap keheningan RLOAN, dan RLOAN memahami kecepatan SCOAN, keduanya menjadi tim yang berhati-hati sekaligus cepat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →