

Sang perfeksionis pendiam tak bisa menoleransi kesalahan sekecil apa pun, sementara sang penjalin sosial strategis berpikir cukup membuat keputusan strategis saja. Ketepatan dan efisiensi bertemu di sini.
RLOAN dan SCOEN sama-sama punya standar tinggi, tapi mengejarnya dengan cara berbeda. Ketepatan RLOAN membuat strategi SCOEN lebih kokoh, dan efisiensi SCOEN bisa menarik RLOAN keluar dari jebakan kesempurnaan. SCOEN pun bisa belajar kecermatan RLOAN untuk membuat strateginya lebih halus. Saat keduanya bekerja sama, hasilnya tepat sekaligus efisien.
SCOEN berpikir "sekarang segini saja sudah cukup", sementara RLOAN terus berusaha menyempurnakan "tapi bagian ini...". Rasa waktu SCOEN bisa berbenturan dengan perfeksionisme RLOAN. Saat RLOAN berkata "ini nggak bisa", SCOEN bisa menjawab "nggak ada waktu". Standar tinggi RLOAN bisa membuat SCOEN sesak. Kompromi SCOEN bisa terlihat sebagai ketidakpedulian bagi RLOAN.
Saat SCOEN menyimak detail-detail RLOAN, dan RLOAN pun mengakui kebutuhan strategis SCOEN, lahirlah rasa saling menghormati di antara mereka.
“Kalau RLOAN menemukan "kesempurnaan" dalam batas waktu dan sumber daya, dan SCOEN menyisakan tempat bagi ketepatan RLOAN di dalam strateginya, keduanya menciptakan eksekusi yang kokoh sekaligus cepat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →