

Sang perfeksionis pendiam berusaha menjaga apa yang dipilihnya sampai akhir, sementara sang pengembara berjiwa bebas selalu siap pergi ke mana saja. Pengabdian dan kebebasan bertemu di sini.
RLOAN dan SCUEN sama-sama tak mau jadi milik siapa pun.
RLOAN bisa merasa pengembaraan SCUEN itu sebuah ketidakpedulian.
Saat SCUEN muncul tak terduga, menghabiskan waktu yang mendalam bersama RLOAN, lalu pergi di waktu yang sudah ditentukan, kalau RLOAN bisa mensyukuri kesempurnaan momen itu, di situlah letak keintiman mereka berdua.
“Kalau RLOAN menerima kepergian SCUEN bukan sebagai "pengkhianatan" melainkan "takdir", dan SCUEN merasakan rasa hormat pada kedalaman RLOAN, keduanya menciptakan waktu yang paling indah sekaligus terbatas bersama-sama.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →