

Keduanya peka dan berpikir di tempat yang tersembunyi. RLOEI adalah pemimpi yang khayalannya tak berhenti, sementara RLUAI adalah sang empat yang merasakan luka orang lain seperti tubuhnya sendiri.
Keduanya diam-diam membaca perubahan halus di raut wajah lawan. Percakapannya singkat tapi berbobot, dan tanpa banyak kata mereka saling memahami. Keduanya ingin terhubung lewat hati ketimbang lewat janji, dan mencari percakapan yang dalam ketimbang pertemuan formal. Tipe yang seiring waktu sama-sama makin membuka hati pada lawan.
Saat RLOEI menggambar segala macam masa depan dengan daya khayalnya, RLUAI khawatir semua skenario itu menjadi kenyataan. Makin lama bersama, kecemasan satu pihak menular ke pihak lain. RLOEI bilang "ini cuma khayalan kok", tapi RLUAI sudah terlanjur tenggelam dalam emosi itu. Di sisi tersembunyi, keduanya berusaha menjadi orang yang tak kasat seperti udara.
Momen paling nyaman bagi keduanya adalah waktu berada di sebelah satu sama lain tanpa sepatah kata. Kehangatan saat ujung jari bersentuhan, sebatas itu pun cukup bagi mereka. Duduk di kafe sambil membaca buku berbeda pun terasa seperti bersama.
“Agar keduanya bertahan lama, mereka sesekali perlu saling mengatakan "ini cuma khayalan kok" dan "kamu sudah cukup baik kok". Mereka bisa saling menopang dengan kepercayaan, bukan rasa kasihan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →