

Keduanya peka dan berpikir di tempat yang tersembunyi. RLOEI adalah pemimpi yang khayalannya tak berhenti, sementara RLUAI adalah sang empat yang merasakan luka orang lain seperti tubuhnya sendiri.
Keduanya diam-diam membaca perubahan halus di raut wajah lawan.
Saat RLOEI menggambar segala macam masa depan dengan daya khayalnya, RLUAI khawatir semua skenario itu menjadi kenyataan.
Momen paling nyaman bagi keduanya adalah waktu berada di sebelah satu sama lain tanpa sepatah kata.
“Agar keduanya bertahan lama, mereka sesekali perlu saling mengatakan "ini cuma khayalan kok" dan "kamu sudah cukup baik kok". Mereka bisa saling menopang dengan kepercayaan, bukan rasa kasihan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →