

Keduanya orang yang tak cocok dengan aturan dunia. Sama-sama sendirian dengan alasan yang sama, tapi sendirian dengan alasan yang berbeda.
Keduanya punya rasa jarak dengan dunia. RLOEI diam-diam tenggelam dalam dunia khayalan, sementara RLUEN sekadar menolak aturan dunia. Saat bersama, untuk pertama kalinya keduanya merasa "ternyata aku nggak sendirian". Tanpa banyak kata pun saling memahami, dan keheningan terasa nyaman. Tak saling menghakimi itu sendiri adalah sebuah hadiah.
Saat RLOEI dan RLUEN bertemu, keduanya justru memperdalam rasa jarak dengan dunia. Khayalan RLOEI makin menjauh dari kenyataan, dan pemberontakan RLUEN makin ekstrem. Saat bersama, kekuatan untuk kembali ke dunia makin melemah. Mereka seolah saling memahami, tapi sebenarnya cemas jangan-jangan mereka sedang runtuh bersama.
Tempat paling nyaman bagi keduanya adalah tempat yang tak dicari siapa pun. Kafe tua, sudut perpustakaan, taman di malam hari. Di sana keduanya akhirnya bisa bernapas. Meski tanpa percakapan, terasa "satu corak".
“Agar keduanya bisa bersama, sesekali dibutuhkan keberanian untuk kembali ke dunia. Sambil tahu bahwa kesepian yang sama kadang bisa menjadi kemandekan, mereka tetap bisa berubah perlahan lewat satu sama lain. Sekadar tahu bahwa kita tak sendirian itu sendiri adalah awal sebuah perubahan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →