

Si pemimpi yang tak bisa berhenti berkhayal tanpa rencana, sementara si penjalin sosial yang strategis melihat segalanya sebagai strategi. Kebebasan dan rencana akhirnya bertemu.
Ketika khayalan bebas RLOEI bertemu pemikiran strategis SCOEN, lahirlah rencana yang kreatif sekaligus realistis. SCOEN bisa menemukan cara memanfaatkan khayalan RLOEI dalam berbagai konteks, dan RLOEI bisa mewujudkan kreativitasnya di dalam strategi SCOEN. Keduanya saling menghormati karena sama-sama mampu melihat gambaran besar.
RLOEI merasa setiap momen seharusnya kreatif dan bebas, sedangkan SCOEN merencanakan, "Ini secara strategis dilakukan begini." Saat RLOEI bertanya "Kenapa selalu dihitung-hitung?", SCOEN mungkin menjawab "Ini lebih efektif." Rencana SCOEN bisa terasa menekan kebebasan RLOEI. Dan ketidakteraturan RLOEI bisa membuat strategi SCOEN kacau.
Saat SCOEN ikut mencari kemungkinan strategis dalam khayalan RLOEI, dan RLOEI menuangkan kreativitasnya ke dalam rencana SCOEN, keduanya mulai melihat gambaran besar bersama-sama.
“Kalau RLOEI melatih diri untuk sesekali menerjemahkan khayalannya menjadi strategi, dan SCOEN menghormati kebebasan RLOEI, keduanya bisa menciptakan rencana yang kreatif sekaligus matang bersama-sama.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →