

Si pemimpi yang tak bisa berhenti membayangkan masa depan, sementara si orang yang seperti sinar matahari mengalir menikmati saat ini. Dua orang dengan rasa waktu yang berbeda akhirnya bertemu.
Saat khayalan RLOEI bertemu kehangatan SCUAI yang berpijak pada masa kini, muncul kontras. Sifat alami SCUAI bisa sedikit menarik RLOEI keluar dari khayalannya, dan RLOEI bisa berdiam di saat ini dalam ketenangan SCUAI. SCUAI pun bisa merasa kesehariannya menjadi lebih kaya berkat kreativitas RLOEI. Saat keduanya bersama, waktu terasa imajinatif sekaligus hangat.
RLOEI selalu membayangkan hal baru, sedangkan SCUAI ingin menghargai waktu yang ada sekarang. Saat RLOEI hendak berkata "Berikutnya...", SCUAI mungkin bertanya "Sekarang gimana?" SCUAI bisa merasa RLOEI selalu pergi meninggalkannya. Dan khayalan RLOEI yang tak henti bisa membuat SCUAI terjebak dalam kesepian.
Saat RLOEI membayangkan dirinya bersama SCUAI di dalam momen kini, dan SCUAI ikut merasakan masa depan RLOEI secara tak langsung, keduanya merasakan kelegaan waktu bersama-sama.
“Kalau RLOEI sesekali terbangun dari khayalannya dan berbagi masa kini dengan SCUAI, dan SCUAI mendukung masa depan RLOEI, keduanya bisa menciptakan waktu yang paling lembut bersama-sama.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →