

Keduanya hanya mirip dalam hal intensitas emosi yang besar. RLOEI berenang dalam kedalaman khayalan sendirian, sementara SLOEN ingin menempatkan semua orang di pusat energinya.
Awalnya pesona SLOEN menarik RLOEI. Tapi seiring waktu, RLOEI sadar bahwa SLOEN tak bisa masuk ke dalam dunianya. SLOEN menganggap keheningan RLOEI sebagai penolakan terhadap dirinya, dan RLOEI ingin lari dari intensitas SLOEN. Semakin hubungan berjalan, keduanya merasa tak bisa saling memahami.
Sisi tersembunyi SLOEN hidup dalam mode yang percaya "Akulah pusatnya, dan wajar kalau semua berputar di sekitarku." Sisi tersembunyi RLOEI hidup dalam mode "Hanya di dalam khayalan ini aku bebas." Saat SLOEN berusaha menarik RLOEI ke dalam ceritanya, RLOEI justru semakin dalam masuk ke khayalan. SLOEN merasa jarak RLOEI sebagai kegagalannya sendiri, dan RLOEI ingin lepas dari kelekatan SLOEN.
Kadang setelah lelah dari kumpul-kumpul di grup chat teman-temannya, SLOEN mampir ke kamar kos RLOEI. Tiga puluh menit hening saat SLOEN bergeletakan di sofa ruang tamu itu, dianggap RLOEI seindah permata. Karena hanya di waktu itulah keduanya merasa berada dalam pemandangan yang sama. Tapi tak lama ponsel SLOEN berdering, dan dia bangkit sambil berkata "Eh, aku harus ke janji berikutnya." RLOEI mendengar suara pintu tertutup lalu kembali masuk ke dalam kepalanya sendiri.
“Kalau SLOEN berikrar untuk tak menyerbu dunia RLOEI, dan RLOEI bisa menyikapi emosi SLOEN dengan menjaga jarak alih-alih mengabaikan, keduanya bisa bersama sambil tetap menjaga dunia masing-masing. Hanya saja, itu akan menjadi hubungan yang mempertahankan jarak.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →