

Bagi si penghuni kamar terkurung yang penuh kekacauan, sendirian terasa paling alami; bagi si pengembara berjiwa bebas, pergi terasa paling alami. Keduanya sama-sama tak mau tertangkap di tangan siapa pun.
RLOEN dan SCUEN sama-sama tak bisa menolak kebebasan. Karena itu mereka bisa tak saling memaksa. Kekuatan menyendiri RLOEN dan kebebasan ringan SCUEN bisa saling menghormati. Karena keduanya bebas dengan caranya sendiri, benturan pun minim. Momen kebersamaan terasa paling murni.
Ada kalanya RLOEN ingin mengundang seseorang ke dunianya, sedangkan SCUEN bisa berkata "Aku bukan milik siapa pun." Hasrat memiliki RLOEN bisa terasa membelenggu SCUEN, dan kepergian SCUEN bisa membuat RLOEN makin kesepian. Keduanya menginginkan kebebasan, tapi kebebasan itu kadang tampak sepi dan kadang tampak tak bertanggung jawab.
Saat SCUEN masuk dengan menghormati dunia menyendiri RLOEN, dan RLOEN memberkati kepergian SCUEN, momen itulah waktu paling sempurna yang bisa mereka jalani bersama.
“Kalau RLOEN menerima kepergian SCUEN sebagai bagian dari kesendiriannya, dan SCUEN menghormati kedalaman RLOEN, keduanya bisa menciptakan hubungan dalam bentuk yang paling bebas dan paling murni.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →