

Orang yang memelihara kekacauan di dalam kamarnya dan orang yang mengguncang dunia dengan energinya, keduanya sama-sama menolak dunia luar.
Saat RLOEN dan SLUAN bertemu, mereka bisa saling memahami, tapi bisa juga saling menolak sepenuhnya. RLOEN merasa energi SLUAN sebagai kebisingan. SLUAN merasa kesendirian RLOEN sebagai pengabaian. Keduanya sama-sama berusaha menjaga caranya sendiri. Maka yang terjadi bukan pertemuan, melainkan perseteruan.
Sisi tersembunyi RLOEN berubah menjadi sosok yang lebih buruk dengan lebih hebat. Sisi tersembunyi SLUAN berusaha memanfaatkan kekacauan itu. RLOEN merasa SLUAN sebagai penyusup, dan SLUAN merasa RLOEN menolaknya. Di sisi tersembunyi, keduanya menjadi sosok yang paling jahat.
Hampir tak ada. Walau keduanya hadir di acara kumpul yang sama, jalur gerak mereka hampir tak pernah bersinggungan. SLUAN mengumpulkan orang-orangnya di tengah keramaian, sementara RLOEN menghitung-hitung kapan bisa cepat kabur dari dekat pintu keluar. Sering kali sebuah malam berlalu tanpa keduanya bertukar satu kata pun, hanya saling menyadari keberadaan masing-masing.
“Kalau RLOEN sedikit membuka kamarnya, dan SLUAN bisa menghormati kekacauan di dalamnya, keduanya bisa bersimbiosis. Tapi untuk sampai ke sana, jalannya masih jauh.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →