

Sang perfeksionis (RLOAN) dan sang empat yang mudah terluka (RLUAI). Yang satu berpikir dingin, dan yang lain merasa dengan hangat.
Di awal RLOAN terlihat seolah melindungi RLUAI. Tapi kedinginan RLOAN dan kepekaan RLUAI terus berbenturan. RLOAN berkata "jangan jadi emosional", padahal kata-kata itu sendiri melukai RLUAI. RLUAI mencurigai RLOAN, "jangan-jangan orang ini nggak suka padaku?".
Pertanyaan RLOAN "ini saja nggak bisa?" terasa seperti penolakan besar bagi RLUAI. Kata-kata RLUAI "aku terluka" terdengar seperti alasan bagi RLOAN. Keduanya memakai bahasa yang sama sekali berbeda.
Saat bersama, momen terbaik adalah ketika RLOAN berusaha membuka hati sedikit saja demi RLUAI. Di momen itu, RLUAI merasa RLOAN sedang merawatnya.
“Saat RLOAN memandang emosi RLUAI bukan sebagai kelemahan melainkan kedalaman, dan saat RLUAI memahami kedinginan RLOAN bukan sebagai penolakan melainkan pertahanan, keduanya bisa belajar untuk saling melindungi.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →