

Sang perfeksionis (RLOAN) dan sang empat yang mudah terluka (RLUAI). Yang satu berpikir dingin, dan yang lain merasa dengan hangat.
Di awal RLOAN terlihat seolah melindungi RLUAI.
Pertanyaan RLOAN "ini saja nggak bisa?" terasa seperti penolakan besar bagi RLUAI.
Saat bersama, momen terbaik adalah ketika RLOAN berusaha membuka hati sedikit saja demi RLUAI.
“Saat RLOAN memandang emosi RLUAI bukan sebagai kelemahan melainkan kedalaman, dan saat RLUAI memahami kedinginan RLOAN bukan sebagai penolakan melainkan pertahanan, keduanya bisa belajar untuk saling melindungi.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →