

Keduanya menjaga jarak dengan dunia secara berbeda. RLOEN menahan dunia dengan aturan kamarnya sendiri, sementara RLUAI menerima luka orang lain seolah lukanya sendiri.
Keduanya sama-sama pendiam, jadi pertemuan pertama terasa hening. Saat RLOEN ingin mempertahankan dunianya yang mandiri, RLUAI berusaha masuk ke dalamnya. RLOEN perlahan membuka hati pada ketulusan RLUAI, dan RLUAI perlahan berusaha melewati batas RLOEN. Awalnya memikat, tapi seiring waktu jurang antara harapan dan kenyataan melebar.
Semakin RLUAI mendekat, semakin dalam RLOEN masuk ke kamarnya. Ketulusan RLUAI menjadi beban bagi RLOEN, dan keheningan RLOEN terasa seperti penolakan bagi RLUAI. RLUAI terus menyalahkan diri, "Apa yang salah denganku?", sementara RLOEN berpikir, "Kenapa aturanku tak dihormati?" Kalau lingkaran setan ini berulang, keduanya sama-sama terluka.
Momen terbaik adalah saat RLOEN membuka kamarnya. Hanya di saat itu, RLUAI merasa benar-benar menjadi orang yang dibutuhkan. Tapi momen pintu itu tertutup pun datang bersamaan.
“Agar keduanya bisa bersama, RLOEN perlu sesekali membuka kamarnya, dan RLUAI perlu sesekali menghormati jarak itu. Mereka perlu bergerak amat hati-hati di garis perbatasan tempat dua orang yang sangat berbeda bertemu.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →