

Keduanya mengarahkan kepekaannya ke arah yang berbeda. RLUAI meruntuhkan dirinya demi lawannya, sementara RLUEN tak membutuhkan siapa pun.
Saat RLUAI terus berusaha menghampiri RLUEN, RLUEN menanggapinya dengan ketidakpedulian.
Saat RLUAI ingin memberi sesuatu, RLUEN lebih dulu memalingkan mata.
Saat bertemu, yang paling nyaman bagi mereka adalah ketika RLUEN tak merasa terbebani oleh kedatangan RLUAI.
“Agar keduanya bisa bersama, RLUAI perlu belajar mengendalikan hatinya, dan RLUEN perlu sesekali bisa menyambut uluran tangan lawannya. Tak semua cinta diterima, tapi ini adalah proses belajar bahwa tak diterima bukan berarti salah.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →