

Si pengembara berjiwa bebas SCUEN dan si jiwa peka yang mudah terluka RLUAI sama-sama menjaga jarak dengan dunia. Tapi alasan mereka menciptakan jarak itu benar-benar berbeda.
SCUEN adalah orang yang menghilang begitu diikat, sedangkan RLUAI adalah orang yang ingin terikat pada seseorang. Kebebasan SCUEN menarik RLUAI keluar ke dunia, dan kehangatan RLUAI membuat SCUEN berhenti sejenak di suatu tempat. Saat SCUEN menatap ke luar jendela dan berkata "Yuk ke sana," RLUAI bertanya "Sampai kapan?" Pertanyaan itu kadang membuat SCUEN terdiam tak bisa bergerak.
Sisi tersembunyi SCUEN adalah mode percaya bahwa tak ada yang bisa mengikatnya. Sisi tersembunyi RLUAI adalah mode takut ditinggalkan seseorang. Saat SCUEN ingin pergi ke suatu tempat, RLUAI bertanya "Aku ikut?" tapi sekaligus memendam kegelisahan "Kamu benar-benar akan kembali?" SCUEN merasa ketergantungan RLUAI seakan mengurungnya, dan RLUAI merasa kebebasan SCUEN adalah bentuk penelantaran.
Momen terbaik saat mereka bersama adalah waktu tanpa sepatah kata pun. SCUEN merasakan kebebasan dalam keheningan itu, dan RLUAI merasakan kebersamaan dalam keheningan itu.
“Kalau SCUEN bisa menunjukkan bahwa "meski aku pergi, aku akan kembali," dan RLUAI bisa percaya bahwa kepergian itu bukan penelantaran, keduanya bisa jadi teman yang bersama tapi tetap bebas.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →