

RLUAN dan SLOAN sama-sama menganggap hanya dirinya yang benar. SLOAN meneriakkannya di atas panggung, dan RLUAN bersikeras dalam keheningan. Karena keduanya sama-sama keras kepala, saat bertemu jadi perang.
Di awal keduanya tertarik pada energi yang mirip. Saat kepastian RLUAN bertemu ambisi SLOAN, mereka saling memperkuat keyakinan masing-masing. Tapi seiring waktu, berubah jadi adu siapa yang lebih benar. Saat SLOAN berseru "Aku yang terbaik," RLUAN bertanya "Ya, tapi kamu itu apa?" Karena keduanya tak tahu cara mengalah, hubungan ini adalah persaingan itu sendiri.
Sisi tersembunyi RLUAN adalah penolakan penuh putus asa terhadap dunia, dan sisi tersembunyi SLOAN adalah kegelisahan bahwa tanpa membuktikan diri ia tak bisa ada. Saat keduanya bertemu, putus asa dan kegelisahan itu berbenturan. RLUAN menertawakan usaha SLOAN, dan SLOAN menghina keputusasaan RLUAN. Makin kuat perasaan, makin keras mereka saling merendahkan.
Saat bersama, mereka selalu berusaha memutuskan siapa yang benar. Saat makan pun, saat menonton film pun, hal kecil membesar seperti domino. Keseharian mereka adalah keadaan bertempur, bukan keintiman.
“Agar keduanya bisa bersama, mereka harus lebih dulu menerima bahwa dirinya pun bisa saja salah. Tapi struktur harga diri RLUAN dan SLOAN tak mengizinkan hal itu. Hubungan ini berpeluang besar tergelincir ke saling menghancurkan. Mau tak mau salah satu harus lebih dulu meninggalkan tempat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →