

SLUAI menerima luka semua orang sebagai miliknya, sedangkan RLUAN bersikap sinis "Itu ngapain sih." Yang satu berusaha terhubung, yang lain berusaha memutus diri.
SLUAI berusaha merasakan penderitaan batin RLUAN. RLUAN pun awalnya melunak oleh perhatian itu. SLUAI berkata "Aku memahamimu," dan untuk sesaat RLUAN menurunkan temboknya. Tapi makin SLUAI menunjukkan perhatian, makin RLUAN merasakannya sebagai gangguan. Bagi orang yang menghargai kesendiriannya, perhatian adalah pengganggu.
Sisi tersembunyi SLUAI memunculkan obsesi untuk ikut dalam setiap luka, dan sisi tersembunyi RLUAN makin memperdalam sikap menyerah "Lebih baik aku sendirian." Saat SLUAI berusaha memeluk RLUAN, RLUAN justru menutup diri lebih rapat. Kedalaman empati malah berubah jadi kedalaman luka.
Momen nyaman bagi RLUAN saat bersama SLUAI adalah ketika SLUAI menjaga keheningan. Ada di samping tanpa bicara. Tapi SLUAI ingin menunjukkan perhatiannya lewat ekspresi. Itulah benturannya.
“Agar keduanya bisa bersama, SLUAI perlu belajar bahwa keheningan pun adalah salah satu bentuk kasih, dan RLUAN perlu mengizinkan sedikit koneksi, bukan pemutusan total. Tapi karena kebutuhan keduanya bertolak belakang, hubungan ini selalu berbentuk salah satu mengalah. Ujiannya adalah apakah pengorbanan itu bisa bertahan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →