

SLUEN menyala bagai bunga api lalu menghilang, dan RLUAN menatapnya sambil bergumam "Apa-apaan ini." Yang satu menjalani intensitas sesaat, yang lain merasa menjalani kehampaan yang abadi.
Kecerahan SLUEN sejenak menerangi kegelapan RLUAN. RLUAN tertarik pada kecerahan itu. SLUEN pun menganggap kedalaman RLUAN menarik. Tapi SLUEN segera ingin menghilang, dan RLUAN menerima kepergian itu sebagai kesepian yang abadi. SLUEN berkata "Aku pergi sekarang," dan RLUAN bergumam "Memang tak ada yang bertahan." Karena rasa waktu mereka benar-benar berbeda, hubungan itu sendiri terasa kesepian.
Sisi tersembunyi SLUEN memunculkan penangguhan bebas "Aku tak ada di sini," dan sisi tersembunyi RLUAN menanggapi dengan putus asa "Ternyata aku memang sendirian." Saat SLUEN pergi, RLUAN bergumam "Lihat, inilah dunia." Hubungan jadi pembuktian keputusasaan.
Saat bersama SLUEN adalah yang terbaik, tapi RLUAN tahu momen itu akan berakhir. Maka RLUAN tak bisa menikmati momen itu sepenuhnya, dan lebih dulu menjauh. Hubungan ini adalah penantian, bukan keintiman.
“Agar keduanya bisa bersama, SLUEN perlu berjanji bahwa meski pergi suatu saat ia akan kembali, dan RLUAN perlu percaya bahwa kepergian bukanlah keabadian. Tapi karena sifat SLUEN adalah kebebasan dan hati RLUAN peka terhadap rasa ditinggalkan, janji ini sering goyah. Saat keduanya tetap saling memilih meski tahu goyahnya, hubungan ini bisa jadi bukan perpisahan abadi, melainkan kisah yang selalu dimulai dari awal.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →