

Sang perfeksionis pendiam berpikir segalanya harus dikerjakan sempurna, sementara sang tuan rumah pesta yang hangat berpikir semua orang harus dibuat nyaman. Yang satu standarnya tinggi, dan yang lain hatinya hangat.
RLOAN merasa kesempurnaannya pun bisa diakui di dalam kehangatan SCOAI. SCOAI menyadari bahwa standar tinggi RLOAN membuat semua orang menjadi lebih baik. Kenyamanan SCOAI bisa sedikit melunakkan perfeksionisme RLOAN, dan kehati-hatian RLOAN bisa membuat penilaian SCOAI lebih kokoh. Saat keduanya bekerja sama, lingkungannya aman sekaligus bermutu tinggi.
RLOAN bisa jadi tak bertindak karena takut salah. SCOAI lebih mementingkan hubungan antarmanusia ketimbang kesempurnaan, sementara RLOAN terus berpikir "tapi bukankah ini masih kurang?". Standar tinggi RLOAN kadang bisa menjadi tekanan bagi SCOAI. Saat RLOAN berkata "ini nggak bisa", SCOAI merasa "tapi bukankah ini juga nggak apa-apa?". Penolakan RLOAN bisa melukai SCOAI.
Saat SCOAI memahami standar tinggi RLOAN, dan RLOAN pun menyadari bahwa kehangatan SCOAI bisa membuatnya sempurna, lahirlah kepercayaan yang dalam di antara mereka.
“Kalau RLOAN belajar membedakan antara "baik" dan "sempurna", dan SCOAI menghargai standar RLOAN, keduanya menjadi hubungan yang hangat sekaligus kokoh.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →