

SCOAI adalah orang yang memeluk semua dan memperdalam hubungan, dan SCUEN adalah jiwa bebas yang lenyap begitu terikat. Keduanya tenang sehingga tak meledak secara emosional, tapi hidup berdampingan hampir mustahil.
Pada saat SCOAI hendak bersama SCUEN, SCUEN sudah bersiap pergi ke mana saja. SCOAI memandang hubungan sebagai syarat agar segalanya berjalan. SCUEN memandang hubungan itu sendiri sebagai penjara. Saat SCOAI berkata, "Ayo kita susun rencana," SCUEN sudah ingin membuka pintu dan keluar. Saat bersama, SCOAI terus merasa ditinggalkan, dan SCUEN terus merasa dikejar.
Pengabdian SCOAI terdengar seperti ancaman bagi SCUEN. Pertanyaan SCOAI, "Aku sudah berbuat begini, apa kurangnya aku?", justru makin mencekik SCUEN. Semakin SCUEN lari, semakin SCOAI berusaha menahannya. Lingkaran setan terus berlanjut.
Hampir tak ada momen baik saat bersama. Sebab SCUEN merasa bahkan momen saat ini pun bukan miliknya. Sehangat apa pun SCOAI, SCUEN seperti tercekik di dalam kehangatan itu.
“Agar kedua orang ini bisa bersama, SCOAI perlu benar-benar melepaskan kebebasan SCUEN dan menunggu SCUEN kembali. Tapi karena hakikat SCOAI adalah tak menyerah dan hakikat SCUEN adalah tak menetap, kedua orang ini hanya tenang saat menjaga jarak.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →