

SCOAN memimpin semua orang dengan visi dan eksekusi, dan SCOEN menyebarkan visi itu secara strategis. Keduanya tenang dan punya kendali yang kuat, jadi saat bersama mereka jadi tim paling mengancam.
SCOAN berkata "aku yang memutuskan", dan SCOEN berpikir "mari manfaatkan keputusan itu semaksimal mungkin". Kalau SCOAN menetapkan tujuan, SCOEN menghitung siapa yang harus dihubungkan dan bagaimana cara meyakinkan untuk mencapainya. Kekuasaan nyata dipegang SCOAN, tapi pengaruh dipegang SCOEN. Kalau mereka bekerja sama, sistemnya berjalan. Tapi ada persaingan soal siapa yang lebih representatif.
SCOAN percaya keputusannya yang menggerakkan segalanya, dan SCOEN tahu strateginyalah yang membuat keputusan itu berhasil. Saat hasil keluar, keduanya merasa dirinya tokoh utama, dan saat gagal, mereka saling menyalahkan. SCOAN berkata "eksekusimu yang bermasalah", dan SCOEN berkata "visimu yang tidak realistis".
Hal terbaik saat bersama adalah ketika sistemnya berjalan. Kalau SCOAN memutuskan dan SCOEN mengeksekusi, hasilnya jatuh dengan rapi. Akan bagus kalau dalam prosesnya mereka saling mengakui peran masing-masing, tapi kenyataannya sering jadi perang urat saraf.
“Kalau SCOAN mengakui pengaruh SCOEN, dan SCOEN menghormati hak keputusan tertinggi SCOAN, mereka jadi penguasa terkuat. Kalau tidak, yang ada hanya perebutan kekuasaan yang terus berlanjut dengan membosankan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →