

CEO karismatik (SCOAN) dan pusat pusaran (SLOEN) sama-sama menguasai ruangan. Saat pertama bertemu, seru melihat siapa yang lebih kuat.
SCOAN memimpin semua orang dengan visinya. SLOEN mengaduk ruangan dengan energinya. Awalnya mereka saling tertarik. SCOAN berusaha menampung energi SLOEN yang tak terbatas ke dalam visinya, dan SLOEN mengikuti kepemimpinan SCOAN. Saat bersama mereka benar-benar kuat. Tapi kalau dua pemimpin ada di satu ruang, pada akhirnya jadi soal siapa yang memegang kendali.
SLOEN benci mengikuti rencana orang lain. Saat SCOAN berkata "ikuti visiku", SLOEN membantah. Saat mereka harus menuju arah yang sama, mereka terus bertengkar soal siapa yang memegang kendali. SCOAN menganggap SLOEN tak terkendali dan egois, dan SLOEN merasa SCOAN punya hasrat menguasai yang kuat. Seiring waktu, energi mereka hanya saling bertabrakan tanpa pernah sinkron.
Keduanya menginginkan kendali. Saat menentukan menu makan malam pun, kalau SCOAN berkata "hari ini makan Jepang yuk", SLOEN membalas "tapi lebih pengen makan Korea nggak sih?". Satu kali makan yang terpaksa mengalah jadi tak enak di lidah. Momen paling nyaman adalah hari ketika mereka makan malam terpisah lalu bertemu di rumah malam-malam. Setelah menguasai hari masing-masing, baru mereka bisa saling melempar candaan di sofa yang sama.
“Agar mereka bisa bersama, mereka harus memahami bahwa dua pemimpin bisa berada di satu tim. Ketika SCOAN tidak berusaha mengendalikan energi SLOEN melainkan memanfaatkannya, dan SLOEN bisa menerima visi SCOAN sebagai miliknya sendiri, mereka mewujudkan kemitraan paling kuat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →