

Si pembaur sosial yang strategis (SCOEN) dan pusat pusaran (SLOEN) sama-sama memegang kendali di tengah orang. Saat pertama bertemu, seru melihat siapa yang akan memimpin.
SCOEN memimpin relasi dengan strategi. SLOEN memimpin suasana dengan energi. Awalnya mereka saling tertarik. SCOEN jatuh hati pada energi SLOEN yang tak terbatas. SLOEN pun terpesona oleh strategi SCOEN yang rapi. Saat bersama mereka kuat. Tapi seiring waktu, perebutan diam-diam soal siapa yang memimpin pun dimulai.
SLOEN mengikuti energinya sendiri. Saat SCOEN berkata "kan kita sudah sepakat begini", SLOEN sudah bergerak ke arah lain. Rencana SCOEN terasa seperti mengekang SLOEN. Sebaliknya, ketiadaan rencana SLOEN terlihat tak bisa dipercaya bagi SCOEN. SCOEN merasa "kenapa kamu selalu merusak rencanaku?", dan SLOEN merasa "kamu berusaha merampas kebebasanku".
Di grup chat untuk pergi jalan-jalan bareng teman, kalau SCOEN menyusun jadwal pakai Excel lalu mengunggahnya, SLOEN menjawab "tentuin nanti aja pas sampai, nggak seru". Sama saja saat menentukan menu. Kalau mereka duduk berhadapan di kafe, mereka berdebat soal mau ke mana selama 30 menit, lalu akhirnya salah satu harus menghela napas dan mundur "ya udah terserah kamu" baru suasananya cair. Pola itu berulang tiap kali, jadi sebelum bertemu pun keduanya sudah agak tegang.
“Agar mereka bisa bersama, mereka harus memahami bahwa dua pemimpin bisa memimpin di wilayah yang berbeda. Ketika SCOEN memimpin di relasi antarorang dan SLOEN memimpin di suasana, mereka bisa membangun kemitraan kuat yang saling melengkapi.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →